Translate

Powered by Blogger.
Showing posts with label Cerita Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Cerita Inspirasi. Show all posts

Kisah Sukses Eka Tjipta Widjaja Berawal Dari Kegigihan dan Kerja Keras


Sarjana atau lulusan universitas? Jangan keburu bangga. Sebab, ijasah tinggi bukan jaminan kesuksesan seseorang. Sebaliknya, meski ijasah rendah belum tentu pula jadi kere.
Mau bukti? Eka Tjipta Widjaja, pendiri Sinar Mas Grup, masuk 3 besar orang terkaya Indonesia versi majalah Globe Asia 2008. Kabarnya, total kekayaannya ± USD $6 miliar atau sekitar Rp54 triliun. Tapi siapa sangka, dia hanya lulusan SD.
Inilah kisahnya.
Nama asli Eka Tjipta Widjaya adalah Oei Ek Tjhong. Dia lahir 3 Oktober 1923. Saat kecil, keluarganya hidup dalam kemiskinan. Bersama ibunya, ia pindah ke Makassar pada tahun 1932, ketika usianya 9 tahun.
Tiba di Makassar, Eka kecil – masih dengan nama Oei Ek Tjhong – segera membantu ayahnya yang sudah lebih dulu tiba dan mempunyai toko kecil. Tujuannya jelas, segera mendapatkan 150 dollar, guna dibayarkan kepada rentenir. Dua tahun kemudian, utang terbayar, toko ayahnya maju. Eka pun minta Sekolah. Tapi Eka menolak duduk di kelas satu.

Tamat SD, ia tak bisa melanjutkan sekolahnya karena masalah ekonomi. Ia pun mulai jualan. Ia keliling kota Makassar, menjajakan biskuit dan kembang gula. Hanya dua bulan, ia sudah mengail laba Rp. 20, jumlah yang besar masa itu. Harga beras ketika itu masih 3-4 sen per kilogram. Melihat usahanya berkembang, Eka membeli becak untuk memuat barangnya.
Namun ketika usahanya tumbuh subur, datang Jepang menyerbu Indonesia, termasuk ke Makassar, sehingga usahanya hancur total. Ia menganggur total, tak ada barang impor/ekspor yang bisa dijual. Total laba Rp. 2000 yang ia kumpulkan susah payah selama beberapa tahun, habis dibelanjakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Di tengah harapan yang nyaris putus, Eka mengayuh sepeda bututnya dan keliling Makassar. Sampailah ia ke Paotere (pinggiran Makassar, kini salah satu pangkalan perahu terbesar di luar Jawa). Di situ ia melihat betapa ratusan tentara Jepang sedang mengawasi ratusan tawanan pasukan Belanda.
Tapi bukan tentara Jepang dan Belanda itu yang menarik Eka, melainkan tumpukan terigu, semen, gula, yang masih dalam keadaan baik. Otak bisnis Eka segera berputar. Secepatnya ia kembali ke rumah dan mengadakan persiapan untuk membuka tenda di dekat lokasi itu. Ia merencanakan menjual makanan dan minuman kepada tentara Jepang yang ada di lapangan kerja itu.
Keesokan harinya, masih pukul empat subuh, Eka sudah di Paotere. Ia membawa serta kopi, gula, kaleng bekas minyak tanah yang diisi air, oven kecil berisi arang untuk membuat air panas, cangkir, sendok dan sebagainya. Semula alat itu ia pinjam dari ibunya. Enam ekor ayam ayahnya ikut ia pinjam. Ayam itu dipotong dan dibikin ayam putih gosok garam. Dia juga pinjam satu botol wiskey, satu botol brandy dan satu botol anggur dari teman-temannya.

Jam tujuh pagi ia sudah siap jualan. Benar saja, pukul tujuh, 30 orang Jepang dan tawanan Belanda mulai datang bekerja. Tapi sampai pukul sembilan pagi, tidak ada pengunjung. Eka memutuskan mendekati bos pasukan Jepang. Eka mentraktir si Jepang makan minum di tenda.
Setelah mencicipi seperempat ayam komplit dengan kecap cuka dan bawang putih, minum dua teguk whisky gratis, si Jepang bilang joto. Setelah itu, semua anak buahnya dan tawanan diperbolehkan makan minum di tenda Eka. Tentu saja ia minta izin mengangkat semua barang yang sudah dibuang.

Segera Eka mengerahkan anak-anak sekampung mengangkat barang-barang itu dan membayar mereka 5 – 10 sen. Semua barang diangkat ke rumah dengan becak. Rumah berikut halaman Eka, dan setengah halaman tetangga penuh terisi segala macam barang.
Ia pun bekerja keras memilih apa yang dapat dipakai dan dijual. Terigu misalnya, yang masih baik dipisahkan. Yang sudah keras ditumbuk kembali dan dirawat sampai dapat dipakai lagi. Ia pun belajar bagaimana menjahit karung.
Karena waktu itu keadaan perang, maka suplai bahan bangunan dan barang keperluan sangat kurang. Itu sebabnya semen, terigu, arak Cina dan barang lainnya yang ia peroleh dari puing-puing itu menjadi sangat berharga. Ia mulai menjual terigu.
Semula hanya Rp. 50 per karung, lalu ia menaikkan menjadi Rp. 60, dan akhirnya Rp. 150. Untuk semen, ia mulai jual Rp. 20 per karung, kemudian Rp. 40.
Kala itu ada kontraktor hendak membeli semennya, untuk membuat kuburan orang kaya. Tentu Eka menolak, sebab menurut dia ngapain jual semen ke kontraktor? Maka Eka pun kemudian menjadi kontraktor pembuat kuburan orang kaya.
Ia bayar tukang Rp. 15 per hari ditambah 20 persen saham kosong untuk mengadakan kontrak pembuatan enam kuburan mewah. Ia mulai dengan Rp. 3.500 per kuburan, dan yang terakhir membayar Rp. 6.000. Setelah semen dan besi beton habis, ia berhenti sebagai kontraktor kuburan.

Demikianlah Eka, berhenti sebagai kontraktor kuburan, ia berdagang kopra, dan berlayar berhari-hari ke Selayar (Selatan Sulsel) dan ke sentra-sentra kopra lainnya untuk memperoleh kopra murah.Eka mereguk laba besar, tetapi mendadak ia nyaris bangkrut karena Jepang mengeluarkan peraturan bahwa jual beli minyak kelapa dikuasai Mitsubishi yang memberi Rp. 1,80 per kaleng. Padahal di pasaran harga per kaleng Rp. 6. Eka rugi besar.
Ia mencari peluang lain. Berdagang gula, lalu teng-teng (makanan khas Makassar dari gula merah dan kacang tanah), wijen, kembang gula. Tapi ketika mulai berkibar, harga gula jatuh, ia rugi besar, modalnya habis lagi, bahkan berutang. Eka harus menjual mobil jip, dua sedan serta menjual perhiasan keluarga termasuk cincin kawin untuk menutup utang dagang.Tapi Eka berusaha lagi. Dari usaha leveransir dan aneka kebutuhan lainnya. Usahanya juga masih jatuh bangun. Misalnya, ketika sudah berkibar tahun 1950-an, ada Permesta, dan barang dagangannya, terutama kopra habis dijarah oknum-oknum Permesta. Modal dia habis lagi. Namun Eka bangkit lagi, dan berdagang lagi.

Usahanya baru benar-benar melesat dan tak jatuh-jatuh setelah Orde Baru, era yang menurut Eka, “memberi kesejukkan era usaha”. Pria bertangan dingin ini mampu membenahi aneka usaha yang tadinya “tak ada apa-apanya” menjadi “ada apa-apanya”. Tjiwi Kimia, yang dibangun 1976, dan berproduksi 10.000 ton kertas (1978) dipacu menjadi 600.000 ton sekarang ini.Tahun 1980-1981 ia membeli perkebunan kelapa sawit seluas 10 ribu hektar di Riau, mesin serta pabrik berkapasitas 60 ribu ton. Perkebunan dan pabrik teh seluas 1.000 hektar berkapasitas 20 ribu ton dibelinya pula.
Tahun 1982, ia membeli Bank Internasional Indonesia. Awalnya BII hanya dua cabang dengan aset Rp. 13 milyar. Setelah dipegang dua belas tahun, BII kini memiliki 40 cabang dan cabang pembantu, dengan aset Rp. 9,2 trilyun. PT Indah Kiat juga dibeli. Produksi awal (1984) hanya 50.000 ton per tahun.Sepuluh tahun kemudian produksi Indah Kiat menjadi 700.000 ton pulp per tahun, dan 650.000 ton kertas per tahun. Tak sampai di bisnis perbankan, kertas, minyak, Eka juga merancah bisnis real estate. Ia bangun ITC Mangga Dua, ruko, apartemen lengkap dengan pusat perdagangan. Di Roxy ia bangun apartemen Green View, di Kuningan ada Ambassador.

“Saya Sungguh menyadari, saya bisa seperti sekarang karena Tuhan Maha Baik. Saya sangat percaya Tuhan, dan selalu ingin menjadi hamba Nya yang baik,” katanya mengomentari semua suksesnya kini. “Kecuali itu, hematlah,” tambahnya.
Ia menyarankan, kalau hendak menjadi pengusaha besar, belajarlah mengendalikan uang. Jangan laba hanya Rp. 100, belanjanya Rp. 90. Dan kalau untung Cuma Rp. 200, jangan coba-coba belanja Rp. 210,” Waahhh, itu cilaka betul,” katanya.

22:15 | 0 comments | Read More

Kisah Sukses Aa Gym - Berbisnis Dengan Akhlak


Kemunculan K.H. Abdullah Gymnastiar menjadi fenomena dakwah di tengah krisis multidimensional yang sedang melanda negeri ini.. Bahkan, ajakan kesederhanaan hidup, kesahajaan, pembenahan hati dari dalam diri sendiri yang dia sampaikan, menjadi kebutuhan santapan rohani, sekaligus obat untuk kondisi masyarakat saat ini.
Sosok kyai muda yang akrab disapa Aa Gym ini memang punya ciri khas dan fenomena tersendiri. Ceramah AA Gym, mampu membuat ribuan jamaahnya mengucurkan air mata. Sukses ulama kondang ini tak terlapas dari konsep barunya tentang syiar Islam. Dia menyiarkan Islam dengan format yang sangat sederhana, lugas dan renyah.

Dai muda yang memulai karirnya pada sekitar 1990 iitu, kini menjadi pendakwah yang dikagumi dan digemari hampir semua lapisan masyarakat. Mulai remaja, ibu rumah tangga, hingga para eksekutif perusahaan.

Suksesnya di bidang dakwah, diikuti pula sukses di bidang pendidikan dan bisnia. Dia berhasil mengelola Yayasan Pesantren Daarut Tauhid di Jalan Gegerkalong Girang No.38, Bandung. Pesantren yang dibangun di atas lahan seluas tiga hektar itu tergolong modern dan multifungsi, Ada bangunan masjid 1.000 meter persegi; ada cottage 24 kamar berkapasitas 80 orang (khusus bagi orang tua dan santri dari luar kota yang ikut pelatihan atau pesantren). Ada pula gedung serbaguna, kafetaria serta swalayan mini yang megah dan elite. Ribuan santri belajar di sana.

Bidang usahanya pun beraneka ragam. Antara lain swalayan; warung telekomunikasi; penerbitan buku; tabloid; stasiun radio; pembuatan kaset dan VCD. Omzetnya pun miliaran rupiah. "Bisnis ini dikelola dan juga jadi wahana para santri untuk mengaktualisasikan jiwa dan pendidikan wirausahanya. Bukankah Rasulullah menyuruh kita agar berada dalam tangan posisi di atas? Tak harus minta-minta--Ini akan berhasil jika kita mampu membangun jiwa entrepreneurship dalam diri kita sendiri," kata AA Gym.

Lalu, siapakah AA Gym dan bagaimana ia mengelola Pondok Pesantren Daarut Tauhid sehingga menjadi rujukan beberapa lembaga dari sejumlah negara asing?

Lelaki penggemar warna putih ini memulai pendidikan formal di SD Damar, lalu pindah ke KPAD Gegerkalong, kemudian pindah lagi ke SD Sukarasa Prestasinya di sekolah cukup bagus. Terbukti ketika tamat, ia menempati ranking terbaik II dengan selisih nilai satu angka dibandingkan ranking I. Di bidang seni, bakat menggambar dan menyanyinya sudah terlihat sejak kecil. Tak aneh jika ia sering ditunjuk sebagai ketua kelas dan aktif dalam gerakan Pramuka. Sementara itu, naluri bisnisnya sudah berkibar sejak Taman Kanak-kanak (TK), lalu terbawa-bawa hingga di Sekolah Dasar.

Berbisnis bagi Aa Gym bukan sekadar urusan duniawi. 'Jika bisnis dijalankan dengan cara yang salah, akan melahirkan kerakusan dan ketamakan manusia. Sebaliknya, bisnis yang dijalankan dengan niat dan cara yang benar adalah ibadah yang besar sekali pahalanya, ksrena dapat mengokohkan harga diri bangsa," katanya.
Lelaki yang kurang suka pada pakaian batik ini memang pernah berdagang berbagai produk. Ia sempat menjual petasan yang pada waktu itu belum dilarang seperti sekarang. Alhasil, ia mendapat teguran dari pengurus DKM masjid. Maklum, saat itu ia belum begitu mengerti

ilmu agama dengan baik. Setamat SMA, Aa Gym yang gagal dalam tes Sipenmaru, akhirnya kuliah di D=3 Fakultas Ekonomi Pendidikan Ahli Administrasi Perusahaan (PAAP), Universitas Padjadjaran. Namun, kuliahnya tak bertahan lama, karena ia sibuk berbisnis. Teman-teman kuliahnya bahkan lebih mengenalnya sebagai "tukang dagang".

Aa Gym pantang menyerah. Selepas PAAP, ia masuk ke Akademi Teknik Jenderal Ahmad Yani (ATA, sekarang Unjani). Selama kuliah, ia mengontrak sebuah kamar di pinggir sawah, untuk melatih diri hidup mandiri. Selain kegiatan kemahasiswaan, seperti menjadi ketua senat, aktivitas bisnisnya pun semakin meningkat. Ia pernah membuat keset dan perca kain; lalu menjual baterai dan film kamera saat acara wisuda. Bahkan, Ia sempat menjadi supir angkot jurusan Cibeber-Cimahi, sekadar menambah uang saku. Namun, perjuangannya tidak sia-sia. AA Gym berhasil menyelesaikan program sarjana muda di ATA, meski belum mengikuti ujian negara. Sesudah itu, ada upaya untuk melanjutkan kuliah sampai S1. Namun, setelah menelusuri hati, ternyata hal itu tak cukup kuat untuk memotivasinnya meneruskan kuliah.

Mungkin hikmahnya adalah memotivasi orang yang belum dan tak punya gelar, agar tetap optimis untuk maju dan sukses. Pria bertubuh ramping dengan sorot mata tajam itu, terkenal murah senyum. Moto hidupnya, "berprestasi bagi dunia dan akhirat". Di awal 1987, AA Gym menikah dengan gadis pilihannya, Ninih Muthmainnah di Pesantren Kalangsari, Cijulang,.Sebagai orang yang super sibuk, ia menerapkan manajemen keseimbangan. Menurutnya, segalanya harus diukur secarta proporsional. Sebab, setiap ketidakseimbangan adalah kezaliman, sedangkan kezaliman dilarang oleh Islam. "Sesibuk apa pun, menimang dan bercengkerama dengan anak harus dilakukan," kata Aa Gym.

Tekadnya untuk memberi nafkah kepada keluarga dengan uang yang jelas kehalalannya, begitu kuat. Untuk itu, penggemar kegiatan membaca ini mulai merintis usaha kecil-kecilan, seperti berjualan buku di Masjid Al-Furqon, IMP Bandung. Sambil belajar tafsir dan ilmu hadits di sana, ia memikul kardus berisi buku-buku agama untuk dijual.
Alhamdulillah, usaha kecil inilah yang menjadi cikal bakal toko buku dan kini berkembang menjadi supermarket yang kini dikelola dan diserahkan kepada Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Daarut Tauhid.
Kehidupan yang sulit pada masa lalu, membuatnya "memeras otak" untuk menambah penghasilan. Sambil mengajar di madrasah KPAD, sore harinya ia membuat barang kerajinan bersama anak-anak Usaha ini terus berkembang hingga bisa membeli mesin gergaji. Dari usaha sederhana inilah kemudian berkembang menjadi usaha percetakan dan penerbitan buku.

Upayanya untuk meningkatkan penghasilan keluarga tak berhenti sampai di situ. Aa Gym ingat, istrinya punya keterampilan menjahit. Lalu, ia pun menabung agar bisa membeli mesin jahit bekas. Alhamdulillah, order jahitan berkembang dan bisa mengajak beberapa muslimah untuk bergabung. Dari kegiatan dan perjuangan inilah cikal bakal lahirnya usaha konveksi.
Bagi Aa Gym, pekerjaan yang paling mengesankan adalah saat menjual mie bakso. Warung bakso kecil-kecilan di Perumnas Sarijadi, itu bekerjasama dengan pamannya selaku pemilik rumah. Setiap pukul empat subuh, ia sudah pergi mencari tulang ke Pasar Sederhana, karena
kuah yang enak harus dicampur dengan sumsum tulang. Setiap kali adzan, warung baksonya ditinggalkan, karena ia tak mau ketinggalan shalat berjamaah di sebuah masjid yang letaknya agak jauh dari warung, Sementara itu, pembelinya dipersilakan memasukkan uang bayarannya ke tempatnya. Tampaknya ia ingin mengajak pembelinya untuk menerapkan kejujuran. Tapi, hasilnya, pembeli yang sering datang justru ingin berkonsultasi pada AA Gym. Akibatnya, tak jarang ia baru pulang ke rumah sekitar jam 21,00. Lelah dan letih bercampur menjadi satu,sementara hasilnya pun tidak seberapa. Yang menyedihkan, istrinya kerap mual, karena ternyata kurang suka mencium bau bakso. . Akhirnya, warung bakso itu pun ditutup.

Menurut Aa Gym, seorang wirausahawan sejati sangat dipengaruhi oleh masa kecilnya. Kalau masa kecilnya selalu dimanja dan dimudahkan urusannya, atau selalu ditolong, maka bersiap-siaplah menuai anak yang tidak berdaya. Oleh karena itu, bagi yang masih muda jangan bercita-cita melamar pekerjaan, tapi berpikirlah untuk menjadi wirausahawan. Dan bagi orangtua, tanamkan jiwa wirausaha kepada anak-anak sejak dini. Didik anak-anak agar mandiri sejak kecil dan latih mereka untuk selalu bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya.
Pengalamannya berdagang sejak kecil, membuat Aa Gym hafal dengan cara "bangkrut efektif", bagaimana "tertipu optimal", atau bagaimana usaha bisa remuk. Kunci kesuksesan Aa Gym dalam menjalankan roda bisnis di pesantrennya hingga berkembang menjadi 24 bidang usaha dalam 12 tahun, terletak pada pembangunan kredibilitas para pengelolanya, yang meliputi tiga aspek utama. Yaitu, nilai kejujuran, kecakapan (profesionalisme) dan inovatif. Nilai kejujuran yang diajarkan meliputi ketepatan dalam menepati janji; manajemen waktu; memiliki fakta dan data yang jelas; terbuka; kemampuan mengevaluasi; rasa tanggung jawab dan pantang putus asa.

Kecakapan dalam berbisnis ini selain diperlukan pendidikan, yang penting juga adalah pelatihan nyata. Seperti ditulis oleh Syafi'i Antonio dalam artikelnya yang menceritakan tentang riwayat Rasulullah yang telah mendapat pendidikan entrepreneurship sejak usia 12 tahun, ketika bersama pamannya Abu Thalib melakukan perjalanan bisnis. Pada usia 17 tahun beliau telah diberi tanggung jawab untuk mengurus seluruh bisnis pamannya, dan mulai merasakan persaingan dengan para pedagang yang lebih profesional. Menginjak usia 25 tahun beliau mendapatkan dukungan finansial dari konglomerat Siti Khadijah yang kemudian menjadi istri Beliau kebanyakan orang selalu meributkan modal berupa finansial. Padahal, menurut Aa Gym, modal itu adalah:

Pertama, keyakinan kepada janji dan jaminan Allah.

Kedua, kegigihan meluruskan niat dan menyempurnakan ikhtiar.

Ketiga, menjadi orang yang terpercaya (kredibel). Kredibel berarti sikap yang selalu jujur dan terpercaya; selalu berusaha melakukan yang terbaik dan memuaskan, serta selalu berusaha mengembangkan ilmu, pengalaman, wawasan, sehingga bisa tampil kreatif, inovatif dan solutif.

Percayalah, sebelum kita lahir, rezeki sudah lengkap disiapkan oleh Allah Yang Mahakaya, katanya.
Kita hanya disuruh menjemputnya, bukan mencarinya. Yang harus diperoleh justru keberkahan dari jatah kita. Dan semua itu akan datang kalau kita bekerja di jalan yang diridhoi oleh Allah SWT. Ada pun keuntungan bukan hanya berupa uang, harta, kedudukan, atau aksesoris duniawi lainnya. Bagi beliau, keuntungan itu adalah ketika bisnis yang dilakukan ada di jalan Allah, bisnis kita jadi amal shaleh yang disukai Allah, dan menjadi jalan mendekat kepada-Nya. Nama baik kita terjaga, bahkan menjadi personal guarantee. Dengan bisnis kita bertambah ilmu, pengalaman, dan wawasan; Dengan bisnis kita bertambah saudara dan tersambungnya silaturahmi. Dan, dengan bisnis semakin banyak orang yang merasa beruntung.


Bagi Aa Gym, usaha yang ditekuninya adalah sarana untuk teman-teman yang memiliki rezeki berlebih dan imengnginkan usaha yang halal serta maslahat, untuk bergabung dalam sistem bagi hasil. Oleh karena itu, setiap keuntungan, selain disisihkan untuk zakatnya, juga dikeluarkan
biaya pendidikan bagi kaum dhuafa, agar bisa maju bersama-sama. Dengan dukungan tim yang berakhlak baik, konflik menjadi minimal dan kebocoran pun nyaris nihil. Bahkan, sesudah kemampuan pengelolanya dikembangkan, kinerja perusahaan kian baik dan profesional.
Lantas, bagaimana dengan pola kepemimpinan Daarut Tauhid? Ternyata kepemimpinan di sini tidak lagi menempatkan figur sebagai sentral, sebagaimana di kalangan pesantren pada umumnya.
Tapi, kepemimpinan Daarut Tauhid telah menerapkan sistem pendelegasian kerja, sebagai pengalihan wewenang formal manajer kepada bawahannya. Pemimpin diajarkan untuk memiliki sikap rendah hati dan mau melayani. Dari sisi manajemen, Daarut Tauhid telah menerapkan sistem lebih dari hanya sekadar menerapkan sistem manajemen modern, di mana sistem manajemen yang berkembang saat ini tidak menjadikan manusia hanya objek pelaku agar materi dan kapital semakin produktif Tapi, juga telah melahirkan aspek-aspek spiritual dan emosi dalam pemikiran manusia.

Daarut Tauhid menerapkan inti manajemen dan kepemimpinan sekaligus dalam konsep Manajemen Qolbu (MQ) yang ditawarkannya. Dalam MQ, hati adalah fakultas utama dalam diri manusia yang sangat menentukan kualitas manusia itu sendiri. Jika dimanajemeni dan dipimpin dengan benar akan melahirkan manusia paripurna dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Daarut Tauhid pada awalnya hanya dikenal sebagai bengkel akhlak, tetapi sekarang lebih menonjol di bidang ekonomi. "Memang kami memiliki strategi tersendiri. Karena itu, visi dan misi Daarut Tauhid harus dikenali dahulu. Secara garis besar kami ingin membentuk SDM yang memiliki keunggulan dalam zikir, fikir dan ikhtiar, suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan," demikian penuturan Aa Gym.Dzikir, fikir dan ikhtiar ini merupakan konsep dasar dari MQ yang diajarkan sehari-hari melalui hal-hal kecil.

Untuk menerapkannya, Daarut Tauhid memiliki lima aturan dasar pelatihan kepada para santrinya yang juga merupakan bagian dari roda perekonomian Daarut Tauhid. Pertama, seorang santri dilatih untuk berpikir keras, mengenal diri dan potensinya, sehingga ia mampu mengenal kekurangan dirinya; lalu memperbaikinya dan menempatkan dirinya secara optimal. Kedua, mereka dilatih untuk mengenal situasi lingkungannya. sehingga bisa mendapatkan manfaat dari lingkungannya secara optimal, sekaligus memberikan manfaat balik kepada lingkungan secara profesional. Ketiga, mereka dilatih untuk membuat suatu perencanaan yang matang, sehingga segala sesuatunya berjalan dalam jalur yang telah disepakati. Keempat, mereka dilatih untuk

mengevaluasi setiap hasil karya mereka, bertanggung jawab terhadap tugas yang dibebankan dan senantiasa meningkatkan kinerja mereka. Kelima, ciri SDM yang akan dibentuk adalah yang unggul dalam berikhtiar. Kombinasi ibadah yang bagus, strategi hidup yang tepat dan ikhtiar dengan bersungguh-sungguh akan menjadikan hidup sebagai mesin penghasil karya.
Pola MQ sampai sejauh ini telah menghasilkan SDM yang unggul. Hal ini terbukti dari berkembangnya perekonomian di lingkungan Daarut Tauhid dan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadapnya. Di antaranya, dengan kepercayaan untuk mengadakan pelatihan dan

pendidikan manajemen bagi para eksekutif di PT Telkom, BNI, IPTN dan PT Kereta Api Indonesia. Mereka tertarik dengan konsep manajemen Daarut Tauhid, karena diyakini mampu meningkatkan etos kerja dan menurunkan tingkat penyelewengan kerja, seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Dulu Aa Gym berpikir pas-pasan, yaitu pas butuh ada. Tapi, kini ia berpikir sebaliknya. Ia ingin menjadi orang kaya yang melimpah rezekinya, serta halal dan berkah. Mudah-mudahan menjadi contoh bagi orang yang mau kaya dengan tetap taat kepada Allah. Dan juga supaya orang tak memandang sebelah mata, karena menganggap kita butuh terhadap kekayaan mereka. Di samping itu, diharapkan pula sedikitnya bisa memberi contoh, bagaimana memanfaatkan kekayaan di jalan Allah.

ABDULLAH GYMNASTIAR (AA GYM)

Sukses Bisnis dengan Akhlak

"Kalau kita mau sukses, kunci pertama adalah jujur. Dengan

kejujuran, orang akan percaya kepada kita. Kedua, profesional.

Kita harus cakap, sehingga siapa pun yang memerlukan kita,

merasa puas dengan yang kita kerjakan. Ketiga, inovatif. Artinya,

kita harus mampu menciptakan sesuatu yang baru; jangan hanya

menjiplak atau meniru yang sudah ada."

K.H. Abdullah Gymnastiar

21:47 | 0 comments | Read More

Kisah Seorang Buruh Pabrik Menjadi Salah Satu Wanita Terkaya di Dunia

Menjadi kaya ada 3 cara yang bisa digunakan, dan Anda bisa pilih salah satunya, pertama Anda terlahir dari keluarga kaya sehingga secara otomatis Anda menjadi orang kaya, atau bila tidak pilihlah cara kedua yaitu nikahi orang kaya hingga Anda bisa ikut jadi kaya, tapi cara kedua ini biasanya membutuhkan modal wajah cantik dan ganteng, lalu bila kedua cara tersebut tak bisa dan bukan takdir Anda maka pakailah cara terakhir atau cara ketiga yaitu bekerja keras dibarengi berpikir cerdas.


Cara ketiga inilah yang ditempuh oleh Zhang Xin wanita yang kini menjadi salah satu wanita terkaya di dunia asal Cina, siapa sangka seorang Zhang Xin yang dulunya hanya seorang biasa-biasa tapi kini menjadi orang yang luar biasa, bagaimana kisah selengkapnya mari kita simak bersama ceritanya yang dikutip dari Vivanews berikut ini.

Namanya begitu populer di China. Namun siapa sangka, ratu properti ini masa kecilnya penuh dengan kesengsaraan. Zhang Xin, sang ratu properti, menghabiskan masa kecilnya di lantai lima, rumah susun di pinggiran Beijing. Makan nasi ransum dengan mangkuk besi bersama anak-anak pekerja keras China yang lain.
Saat remaja, ia sempat menjadi buruh pabrik di Hong Kong. Bekerja 12 jam dengan shift. Saat kerja inilah, sedikit demi sedit, Zhang bisa mengumpulkan uang. Pada usia 20, Zhang telah memiliki uang cukup, dan memutuskan hijrah ke Inggris. Dia mendapatkan bea siswa di Sussex. Kemudian, dia melanjutkan di Cambridge untuk menyelesaikan gelar master.
Kini, dua dekade setelah dia bekerja keras, Zhang bisa menatap dari lantai atas salah satu bangunan paling bergaya dan bergengsi di Beijing. Itulah bangunan miliknya, yang dibangun dari keringatnya sendiri. Zhang pun menjadi salah satu wanita terkaya dunia.

Baru-baru ini majalah Forbes menurunkan profil 10 perempuan miliarder dunia yang kekayaannya dari keringat sendiri. Bukan warisan maupun hibah. Salah satunya Zhang, yang memiliki kekayaan US$2 miliar atau sekitar Rp18 triliun.


Zhang Xin memulai kesuksesan dari nol, Anda pun bisa seperti dia

Di bawah bendera SOHO, Zhang berhasil membangun kerajaan bisnis properti bersama suaminya. Dia berhasil mengubah cakrawala dari rumah beton kotor yang ia tinggali hingga 1970, menjadi gedung yang indah dan futuristik. “Pembangunan ini bertahap dan begitu lama,” kata dia kepada The Sunday Telegraph.

“Saya teringat ketika kami sedang berjuang membayar gaji dan tagihan. Bagaimana pun perusahaan harus terus bergerak meskipun dengan utang. Dengan kontrol biaya yang ketat, kami pun secara bertahap bisa mendapat keuntungan.” Meski telah sukses, dia tidak mau memamerkan kekayaannya. Penampilannya sangat sederhana. Bila menggunakan make up, tidak begitu kentara. Begitu juga dengan perhiasan, juga tidak berlebih.
Ditanya mobil apa yang dia pakai, dia ragu-ragu. Namun akhirnya menjawab. “Oh, itu Lexus. Saya tidak tahu modelnya.” Bahkan dengan triliunan rupiah kekayaan yang ia punya, Zhang tetap mempertahankan sikap hemat. Bila menggunakan pesawat, dia akan menolak menggunakan kelas satu. Padahal bagi dia, sangat mudah terbang ke mana pun dengan tiket paling mahal sekali pun.

“Ini bukan soal keterjangkauan, ini tentang hati nurani,” katanya. “Kelas bisnis ini sudah cukup nyaman.” Zhang yang sekarang berusia 45, lahir di China. Tumbuh dewasa selama paruh kedua dari Revolusi Kebudayaan (1966-1976). Dia merupakan putri generasi ketiga imigran Tionghoa yang pindah ke Burma dan kembali lagi ke Beijing pada 1950. Keluarga ini tinggal di sebuah bangunan utilitarian. Ibunya bekerja sebagai penerjemah resmi membantu menyebarluaskan pernyataan Deng Xiaoping dan Zhou Enlai. Saat sekolah, setiap siang Zhang pulang untuk makan nasi ransum dari kantin gedung itu.
“Hanya ada tiga jenis makanan, semua cukup buruk,” kenang dia. “Kami masing-masing memegang mangkuk nasi dan dibawa ke kantin. Petugas membagikan makanan dari wadah yang sangat besar,” kata dia sambil menunjuk foto pekerja konstruksi yang sedang mengantre makan di salah satu proyek bangunannya. “Rasanya seperti itu, hanya jauh lebih buruk.”

Saat itu, Zhang mengatakan, Beijing adalah kota muram. “Bangunan-bangunan itu kelabu, semua orang berpakaian abu-abu. Kami tidak pernah melihat langit. Tidak ada gagasan dari langit biru untuk sebuah kemakmuran,” katanya. “Semua orang berpakaian sama, makan sama, perbedaan antara satu orang dengan lain sangat kecil. Mungkin sama seperti perbedaan satu rambut dengan rambut lain di kepala Anda,” ujar Zhang.
Bekerja sebagai buruh pabrik di Hong Kong baginya tidak jauh lebih baik. “Itu mengerikan,” katanya. Setelah “melarikan diri” ke Inggris, pintu Zhang mulai terbuka. Dengan gelar master ekonomi pembangunan di tangannya, ia mendapat pekerjaan pertamanya di Goldman Sachs.
Pada 1994 ia kembali ke China, tergoda seperti ekspatriat lainnya yang terpikat oleh tawaran zona ekonomi khusus dan reformasi ekonomi. Seorang teman menyarankan Zhang memulai bisnis properti. Pan Shiyi namanya. Dia yang datang dari keluarga lebih miskin dari Zhang, memandang masa depan bisnis properti sangat bagus.

Empat hari kemudian, Pan mengusulkan semua ide kepada perempuan itu. Lalu mereka mendirikan SOHO. Bersama Pan yang kemudian menjadi suaminya, Zhang memulai bisnisnya pada 2007. Perusahaan ini sempat kolaps dengan utang US$1,65 miliar, namun kemudian sedikit demi sedikit utangnya bisa direstrukturisasi.
21:35 | 0 comments | Read More

Kisah Bai Fang Li, Tukang Becak yang Paling Mulia

Kisah Bai Fang Li ini saya harap menjadi pelajaran hidup bagi kita semua untuk saling membantu sesama kita yang kesusahan, walaupun hidup serba pas-pasan tetapi tetap membantu orang tanpa pamrih
Tak perlu menggembar-gemborkan sudah berapa banyak kita menyumbang orang karena mungkin belum sepadan dengan apa yang sudah dilakukan oleh Bai Fang Li. Kebanyakan dari kita menyumbang kalau sudah kelebihan uang. Jika hidup pas-pasan keinginan menyumbang hampir tak ada.
Bai Fang Li berbeda. Ia menjalani hidup sebagai tukang becak. Hidupnya sederhana karena memang hanya tukang becak. Namun semangatnya tinggi. Pergi pagi pulang malam mengayuh becak mencari penumpang yang bersedia menggunakan jasanya. Ia tinggal di gubuk sederhana di Tianjin, China.

Ia hampir tak pernah beli makanan karena makanan ia dapatkan dengan cara memulung. Begitupun pakaiannya. Apakah hasil membecaknya tak cukup untuk membeli makanan dan pakaian? Pendapatannya cukup memadai dan sebenarnya bisa membuatnya hidup lebih layak. Namun ia lebih memilih menggunakan uang hasil jerih payahnya untuk menyumbang yayasan yatim piatu yang mengasuh 300-an anak tak mampu.

Tersentuh

Bai Fang Li mulai tersentuh untuk menyumbang yayasan itu ketika usianya menginjak 74 tahun. Saat itu ia tak sengaja melihat seorang anak usia 6 tahunan yang sedang menawarkan jasa untuk membantu ibu-ibu mengangkat belanjaannya di pasar. Usai mengangkat barang belanjaan, ia mendapat upah dari para ibu yang tertolong jasanya.
Namun yang membuat Bai Fang Li heran, si anak memungut makanan di tempat sampah untuk makannya. Padahal ia bisa membeli makanan layak untuk mengisi perutnya. Ketika ia tanya, ternyata si anak tak mau mengganggu uang hasil jerih payahnya itu untuk membeli makan. Ia gunakan uang itu untuk makan kedua adiknya yang berusia 3 dan 4 tahun di gubuk di mana mereka tinggal. Mereka hidup bertiga sebagai pemulung dan orangtuanya entah di mana.
Bai Fang Li yang berkesempatan mengantar anak itu ke tempat tinggalnya tersentuh. Setelah itu ia membawa ketiga anak itu ke yayasan yatim piatu di mana di sana ada ratusan anak yang diasuh. Sejak itu Bai Fang Li mengikuti cara si anak, tak menggunakan uang hasil mengayuh becaknya untuk kehidupan sehari-hari melainkan disumbangkan untuk yayasan yatim piatu tersebut.

Tak Menuntut Apapun

Bai Fang Li memulai menyumbang yayasan itu pada tahun 1986. Ia tak pernah menuntut apa-apa dari yayasan tersebut. Ia tak tahu pula siapa saja anak yang mendapatkan manfaat dari uang sumbangannya. Pada tahun 2001 usianya mencapai 91 tahun. Ia datang ke yayasan itu dengan ringkih. Ia bilang pada pengurus yayasan kalau ia sudah tak sanggup lagi mengayuh becak karena kesehatannya memburuk. Saat itu ia membawa sumbangan terakhir sebanyak 500 yuan atau setara dengan Rp 675.000.


Dengan uang sumbangan terakhir itu, total ia sudah menyumbang 350.000 yuan atau setara dengan Rp 472,5 juta. Anaknya, Bai Jin Feng, baru tahu kalau selama ini ayahnya menyumbang ke yayasan tersebut. Tahun 2005, Bai Fang Li meninggal setelah terserang sakit kanker paru-paru.

Melihat semangatnya untuk menyumbang, Bai Fang Li memang orang yang luar biasa. Ia hidup tanpa pamrih dengan menolong anak-anak yang tak beruntung. Meski hidup dari mengayuh becak (jika diukur jarak mengayuh becaknya sama dengan 18 kali keliling bumi), ia punya kepedulian yang tinggi yang tak terperikan..

21:21 | 0 comments | Read More

Kisah Seorang Anak dan Uang 10 ribu ..


Alkisah diceritakan ada seorang anak yang kehilangan uang sebesar Rp10.000. Dia begitu sedih dan menangis sejadi-jadinya..

Paman anak tersebut merasa kasihan, kemudian dia menghampiri anak itu.
“Kenapa kamu menangis?” tanya pamannya dengan penuh kasih sayang.
“Uang saya hilang Rp10.000.” katanya sambil terisak-isak.
“Tenang saja, nich paman ganti yah… paman kasih Rp10.000 buat kamu. Jangan menangis yah!” kata pamannya sambil menyerahkan selembar uang Rp10.000. Namun, sia anak tetap saja menangis. Kenapa?

“Kenapa kamu masih menangis saja? Kan sudah diganti?” tanya pamannya.
“Kalau tidak hilang… uang saya sekarang Rp 20.000.” kata anak itu dan terus menangis.
Pamannya bingung…
“Terserah kamu saja dech….”, katanya sambil pergi.
Ayahnya yang baru pulang kantor mendapati anaknya masih menangis.
“Kenapa sayang? Koq menangis sich. Lihat mata kamu, sudah bengkak begitu. Nangis dari tadi yah?” tanyanya sambi menyeka air mata anaknya.
“Uang saya hilang Rp10.000.” kata anaknya mengadu.
“Ooohhh. Lho itu punya uang Rp10.000? Katanya hilang?” tanya ayahnya yang heran karena dia melihat anaknya memegang uang Rp10.000
“Ini dari paman…. uang saya hilang. Kalau tidak hilang saya punya Rp20.000.” jawabnya sambil terus menangis.

“Sudahlah…. nih ayah ganti. Ayah ganti dengan uang yang lebih besar. Ayah kasih kamu Rp20.000. Jangan menangis lagi yah!” kata ayahnya sambil menyerahkan selembar uang Rp20.000.
Si anak menerima uang itu. Tetapi masih tetap saja menangis. Ayahnya heran, kemudian bertanya lagi.
“Kenapa masih menangis saja? Kan sudah diganti?”
“Kalau tidak hilang, uang saya Rp40.000.”
Ayahnya hanya geleng-geleng kepala.

“Kalau gitu dikasih berapa pun, kamu akan nangis terus.” sambil mengendong anaknya.
Apakah kisah ini nyata? Tidak, ini hanya rekayasa. Dalam kenyataannya banyak orang yang memiliki sikap seperti anak tadi. Dia hanya melihat apa yang tidak ada, dia hanya melihat apa yang kurang, tanpa melihat sebenarnya dia sudah memiliki banyak hal. Sifat manusia yang selalu merasa kurang padahal nikmat Allah begitu banyaknya sudah dia terima.

“ Jangan mencari apa yang tidak atau belum ada pada diri anda. Tapi bersyukurlah dengan apa yang ada, dan manfaatkan dengan sebaik-baiknya dan maksimal untuk kemajuan dan kesuksesan anda.
Bersyukurlah jika Anda merasa tersindir dengan dongeng motivasi di atas, artinya Anda perlu berubah sekarang.. “
20:27 | 0 comments | Read More

Cerita inspirasi - Kisah 5 Monyet ..


Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh para profesor di USA, ada 2 ekor monyet yang dimasukkan ke dalam satu ruangan kosong secara bersama-2. Kita sebut saja monyet tersebut Monyet A dan B. Di dalam ruangan tersebut terdapat sebuah tiang, dan diatas tiang tersebut nampak beberapa pisang yang sudah matang. Apa yang akan dilakukan oleh 2 monyet tersebut menurut anda ?

Setelah membiasakan diri dengan keadaan lingkungan di dalam ruangan tersebut, mereka mulai mencoba meraih pisang-2 tersebut. Monyet A yang mula-2 mencoba mendaki tiang. Begitu monyet A berada di tengah tiang, sang profesor menyemprotkan air kepadanya, sehingga terpleset dan jatuh. Monyet A mencoba lagi, dan disemprot, jatuh lagi, demikian berkali-2 sampai akhirnya monyet A menyerah. Giliran berikutnya monyet B yang mencoba, mengalami kejadian serupa, dan akhirnya menyerah pula.

Berikutnya ke dalam ruangan dimasukkan monyet C. Yang menarik adalah, para profesor tidak akan lagi menyemprot para monyet jika mereka naik. Begitu si monyet C mulai menyentuh tiang, dia langsung ditarik oleh monyet A dan B. Mereka berusaha mencegah, agar monyet C tidak mengalami `kesialan’ seperti mereka. Karena dicegah terus dan diberi nasehat tentang bahayanya bila mencoba memanjat keatas, monyet C akhirnya takut juga dan tidak pernah memanjat lagi.
Langkah selanjutnya yang dilakukan oleh para profesor adalah mengeluarkan monyet A dan B, serta memasukkan monyet D dan E. Sama seperti monyet-2 sebelumnya, monyet D dan E juga tertarik dengan pisang diatas tiang dan mencoba memanjatnya. Monyet C secara spontan langsung mencegah keduanya agar tidak naik. “Hai, mengapa kami tidak boleh naik ?” protes keduanya”..

Ada teman-2 yang memberitahu saya, bahwa naik ke atas itu berbahaya. Saya juga tidak tahu, ada apa di atas, tapi lebih baik cari aman saja, jangan keatas deh” jelas monyet C.
Monyet D percaya dan tidak berani naik, tapi tidak demikian dengan monyet E yang memang bandel. “Saya ingin tahu, bahaya seperti apa sih, yang ada di atas … Dan kalau ada bahaya, masak iya saya tidak bisa menghindarinya ?” tegas monyet E. Walaupun sudah dicegah oleh monyet C dan D, monyet E nekad naik …
Dan karena memang sudah tidak disemprot lagi, monyet E bisa meraih pisang yang diinginkannya…..

Renungan ..
==================
Manakah diantara karakter diatas yang menggambarkan tingkah laku anda saat ini ?
Karakter A dan B adalah orang yang pernah melakukan sesuatu, dan gagal. Karena itu mereka kapok, tidak akan mengulanginya lagi, dan berusaha mengajarkan ke orang lain tentang kegagalan tersebut. Mereka tidak ingin orang lain juga gagal seperti mereka. Karakter C dan D, adalah orang yang menerima petunjuk dari orang lain, hal-2 apa yang tidak boleh dilakukan, dan mereka mematuhinya tanpa berani mencobanya sendiri. Karakter E adalah type orang yang tidak mudah percaya dengan sesuatu, sebelum mereka mencobanya sendiri. Mereka juga berani menentang arus dan menanggung resiko asalkan bisa mencapai keinginan mereka.

Pisang dalam cerita diatas menggambarkan impian kita. Setiap orang dalam hidup ini mempunyai impian yang tinggi tentang masa depannya. Namun sayangnya, banyak sekali hal-hal yang terjadi di sekitar kita, yang menyebabkan impian kita terkubur. Orang-2 dengan karakter ABCD akan mengatakan kepada kita hal-2 seperti ini”,Sudahlah, jangan melakukan pekerjaan yang sia-2 seperti itu. Percuma. Saya dulu sudah pernah melakukannya berkali-2 dan gagal. Sebagai seorang teman yang baik, saya tidak mau kamu gagal seperti saya” atau mungkin kalimat “Kamu mau gagal kayak si X … lebih baik lakukan sesuatu yang pasti-pasti saja deh”. Bukankah hal-2 seperti itu yang sering kita dengar sehari-2 ?
Orang dengan karakter E akan selalu berpikir optimis dalam menjalankan sesuatu. “Kalaupun orang lain gagal melakukan sesuatu, belum tentu saya juga akan gagal” adalah kekuatan yang selalu memompa motivasinya.
Dan kegagalan orang lain dapat dipelajari dan dijadikan batu loncatan untuk melangkah lebih baik, bukannya dijadikan suatu ketakutan.
Nah, saya akan memberikan satu ilustrasi lagi. Saya akan membawa anda ke tahun 70-an. Apa yang akan anda lakukan, bila suatu hari ada seorang mahasiswa bercelana jeans, kacamata tebal, bertampang culun, bajunya lusuh, datang menemui anda dan berkata “Saya punya suatu produk yang bagus, tapi saya tidak punya modal. Mau gak pinjamin saya modal 100 dollar ? Kalau produk ini sukses, kita berdua bakal jadi orang paling kaya di dunia lho”.

Hampir semua akan menghina dan mentertawakan mahasiswa tersebut, bahkan mungkin menganggapnya gila..
Berapa orang yang akan menjawab “Wow, bagus sekali, coba jelaskan apa rencana anda, agar kita bisa sama-sama kaya ?” Mungkin satu orang diantara sejuta, mungkin juga tidak ada..
Bagaimana kalau saya katakan bahwa mahasiswa tersebut adalah Bill Gates, yang kini sudah mencapai impiannya menjadi orang terkaya di dunia ?
Bukankah itu dulu yang dilakukan Bill Gates pada awal karirnya . Dikelilingi orang type ABCD, ditolak, dilecehkan, dan berbagai macam hinaan lainnya. Untungnya, Bill Gates termasuk orang dengan karakter E. Dan dengan pengorbanan dan kerja keras, dia berhasil meraih impiannya.

” Jangan biarkan orang lain membunuh impian anda.. Maju terus, hadapi semua rintangan dan raih impian anda...“
07:37 | 0 comments | Read More

Cerita Inspirasi - Kompetisi Dua Tukang Gergaji Kayu


Dalam sebuah kisah, konon seorang Majikan mempekerjakan dua orang tukang gergaji kayu ..
Tukang yang satu (sebut tukang A) berperngai rajin, tekun, bekerja selalu riang gembira, bekerja dianggap sebagai kesenangan dan kewajiban, bertanggung jawab dan tidak perlu pujian.Tukang  A tidak pernah menanyakan berapa ongkosnya dan bekerja dengan ikhlas.Secara fisik, tukang A memiliki kemampuan yang biasa-biasa saja .
Sementara yang satunya(sebut tukang B), berperangai sebaliknya.Dia pemalas, hanya mau bekerja kalau dipuji atau diawasi, bekerja dianggap sebagai beban dan bahkan dianggap semacam mendapatkan hukuman.Tukang B selalu menghindari tanggung jawab dan hanya menuntut hak lebih daripada kewajibanya.Namun secara fisik tukang B bertubuh lebih vigorous (kekar) dan memiliki endurance (daya tahan kerja fisik) yang lebih tinggi.
Pada suatu hari sang Majikan memberikan iming-iming gaji dua kali lipat bagi mereka yang pada akhir bulan memiliki jumlah gergajian yang lebih banyak.Pada hari pertama selama seminggu berkompetisi tukang B selalu mendapat kerjaan yang lebih banyak karena sang majikan masih mengawasi dan sering memperhatikannya.Dengan pengawasan majikan tukang B merasa bangga karena dipuja.Sedangkan tukang A bekerja dengan sewajarnya,biasa-biasa saja sehingga jumlah gergajian lebih sedikit dibanding tukang B.
Namun pada minggu berikutnya sang majikan tidak lagi memiliki kesempatan untuk menyaksikan kedua pekerjanya berkompetisi karena banyak kesibukan lain.Lalu apa yang terjadi ..

Tukang A tetap  bekerja meski tanpa dilihat dan diawasi siapapun.Dengan tekun dan tanpa perasaan malas tukang A selalu rajin mengasah gergajinya setiap dirasakan sudah kurang tajam, dia disiplin bekerja dengan semangat tinggi dan rajin beribadah setiap ada kumandang adzan.
Sementara si tukang B dengan ditinggalkan majikannya, kembali kepada sifat dasarnya sebagai orang gagal.Dia mulai malas-malasan karena merasa tidak diawasi dan tidak ada yang memujanya sejak Bosnya tidak lagi sering muncul di tempat kerjanya.Karena dasar pemalas, tukang B enggan dan jarang mengasah gergajinya.Dia merasa sombong dengan kemampuan fisiknya yang lebih kuat dibanding tukang A.Bahkan lebih banyak istirahat dan santai.Ada kumandang adzan pun dia lebih memilih tidur siang.Saking asiknya, tiba batas akhir bulan hampir tiba.Lalu dia bekerja siang malam tanpa pandang waktu.Namun apa daya?gergaji “tumpul” yang tidak pernah di asah membuat semangat kerja menurun.Dia selalu ngedumel, “ sialan, gergaji jelek”..

Semakin mendekati deadline akhir bulan dimana dijanjikan akan mendapat bonus satu bulan gaji, tukang B makin kelimpungan karena tahu sudah ketinggalan hasil gergajian dibandingkan tukang A.Mau mengasah gergaji sudah tidak ada waktu lagi, meneruskan kerja sudah tidak maksimal dan akhirnya pekerjaan menjadi berantakan.
Akhir kisah ini tentu mudah ditebak, yaitu tukang A sebagai pemenang dengan mendapatkan bonus satu bulan gaji. Selamat kepada tukang A !
05:27 | 0 comments | Read More

Cerita inspirasi – Kisah Sirivat Voravetvuthikum


Akibat turunnya nilai tukar uang dan anjloknya harga saham di Asia tenggara pada tahun 1998, banyak orang, investor jangka panjang, spekulan jangka pendek, dan pengusaha besar telah merugi besar.Banyak orang menyaksikan seluruh uang simpanan dan kekayaan seuumur hidup nyaris hilang lenyap dalam sekejap di depan mata.Beberapa milyarder turun menjadi jutawan, beberapa jutawan turun derajatnya menjadi orang miskin biasa dan beberapa pengusaha bangkrut.

Bagi mereka yang tidak mampu menanganinya, jalan pintas yang paling mudah adalah bunuh diri.Pada saat krisis hebat, data statistik bunuh diri dan penghuni RS jiwa meningkat tajam.Tragis ! Namun bagi mereka yang benar-benar memahami arti kegagalan dan kejatuhan, tibalah waktunya untuk memompa semangat terus berjuang dan tidak mengenal kalah pada jiwa raga mereka.Inilah saat-saat pembuktian seberapa kuat kita berani gagal dan berjuang kembali untuk memutar keadaan menjadi kesuksesan..

Beberapa tahun lalu, Sirivat voravetvuthikum adalah multijutawan dari thailand.Profesi Sirivat adalah sebagai pialang saham yang sangat sukses dan sedang menggarap sebuah proyek kondominium di bangkok.Karena krisis, Sirivat bangkrut dan berhutang ratusan juta baht.Namun yang menarik buat kita dan membuat kita empati, Sirivat tidak malu dan muram durja, tetapi merintis usaha baru yaitu menjul sandwich di Bangkok dan kini telah berhasil menjual kembali unit-unit kondominiumnya.Sirivat  telah menjadi sumber inspirasi dan hingga kini sirivat telah terjun dalam sekitar 40 wawancara TV dan surat kabar baik lokal maupun internasional..
05:12 | 0 comments | Read More

Cerita inspirasi - Kisah Sayembara Raja


Tersebutlah seorang Raja yang arif dan bijaksana yang memiliki Kerajaan yang sangat luas.Pada suatu ketika semua anak muda di Kerajaan tersebut di kumpulkan untuk melakukan Sayembara guna memilih siapa yang terbaik diantara mereka.Dengan sangat gembira semua anak muda berkumpul di alun-alun kerajaan untuk mengikuti sayembara tersebut.Sang raja kemudian berkata kepada para hadirin “Saudara-saudara, kepada kalian yang mengikuti sayembara ini masing-masing akan diberikan sebuah bibit jagung yang siap tanam, tugas kalian adalah pulanglah dan tanamlah bibit tersebut berilah pupuk dan peliharalah dengan baik.Barangsiapa mempunyai tanaman yang paling subur dan tinggi dalam waktu 1 bulan maka ia akan menjadi pemenangnya.Maka pulanglah seluruh anak muda tersebut, kemudian mereka langsung menanam bibit tersebut di wadah dan benar-benar mereka jaga.Salah satu diantara sekian banyak pemuda tadi merasakan keanehan dengan bibit-bibit yang dibagikan tetapi ia tidak mau bercerita kepada teman-temannya, khawatir ia dikatakan menghasut.

Hari demi hari teman-temannya bercerita tentang tanaman mereka yang semakin tinggi, akan tetapi anak muda ini sangat malu untuk bercerita karena jangankan tanaman yang bertambah tinggi, tunas kecil pun tidak tumbuh pada tanaman yang ia tanam padahal ia sudah menjaga dan merawatnya.Setelah satu bulan, semua peserta membawa tanaman-tanaman mereka dan baginda raja berkenan memeriksa semua tanaman tersebut.Semua peserta membawa tanaman jagung tersebut di dalam pot besar, kecuali anak muda tadi yang hanya membawa pot berisi tanah yang subur.Semua orang mengejek dan menertawainya. Setelah melakukan pengecekan secara menyeluruh baginda raja memanggil anak muda yang hanya membawa pot berisi tanah yang subur seraya mengumumkan bahwa anak muda tersebut pemenangnya.Seluruh hadirin terkejut dan mengajukan protes keras kepada raja.Dengan  bijak Raja berkata, “ satu bulan lalu saya berikan biji  tanaman jagung yang telh direbus tanpa sepengetahuan siapapun, jadi biji tersebut tidak akan pernah tumbuh.

Saya mengadakan sayembara ini hanya untuk mengetes kejujuran anda sekarang dan saya tahu siapa yang benar-benar jujur dan siapa yang pembohong.Anak muda ini adalah orang yang jujur, walaupun ia tahu bibitnya tidak akan pernah tumbuh tetapi ia tetap merawatnya dan berharap bisa tumbuh .. Inilah asisten pribadi saya yang baru ..

05:05 | 1 comments | Read More

Cerita inspirasi – Keping Keberuntungan

Dahulu kala di sebuah Desa kecil di India, seorang petani yang sangat miskin mempunyai hutang yang sangat besar kepada rentenir di desa tersebut . Rentenir itu udah tua, bangkotan, eee ... malah tertarik pada putri pak tani yang cakep itu ..
Kemudian si rentenir tersebut mengajukan penawaran, dia akan melupakan hutang-hutang petani tersebut jika dia dapat menikahi putrinya.Sang petani dan putrinya bingung dengan tawaran tersebut, kayanya mereka nggak setuju ..
Melihat gelagat seperti itu, si rentenir mengajukan tawaran lagi untuk membuat keputusan.Dia mengatakan bahwa dia akan meletakkan keping hitam dan keping putih di dalam kantong kosong kemudian sang putri petani harus mengambil satu keping dari kantong tersebut .

1.     Jika sang putri mendapatkan keping hitam, maka dia akan menjadi istri rentenir tersebut dan hutang-hutang petani tersebut lunas.
2.    Jika sang putri mendapatkan keping putih, maka rentenir tersebut tidak akan menikahi sang putri dan hutang –hutang petani tersebut lunas.
3.    Jika sang putri menolak mengambil keping, sang petani akan dipenjara.
Berada di halaman petani yang banyak terdapat kepingan-kepingan, si rentenir mengambil 2 keping.Ketika mengambil, mata sang putri yang tajam melihat bahwa keping yang dimasukkan kedalam kantong keduanya berwarna hitam, kemudian rentenir itu menyuruh sang putri mengambil keping tersebut di dalam kantong.Sekarang bayangkan anda ada disana, apa yang anda lakukan jika anda sebagai putri tersebut ? Jika anda harus menolong sang putri, apa yang akan anda lakukan ?

Melihat hal tersebut, ada 3 kemungkinan :
1.     Sang putri menolak untuk mengambil kepingan
2.    Sang putri menunjukkan bahwa yang di dalam kantong tersebut keduanya adalah berwarna hitam serta mengungkap bahwa rentenir tersebut curang
3.    Sang putri mengambil keping hitam dan mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan ayahnya dari hutang-hutang dan penjara.
Sekarang pertimbangkan cerita diatas ..
Pengalaman ini digunakan untuk membedakan pemikiran logika dan lateral thinking.Dilema sang putri tidak dapat diselesaikan dengan logika awam.Pikirkan cara lain jika sang putri tidak memilih pilihan yang diberikan kepadanya.
Apa yang akan anda tawarkan kepadanya ?
Jangan melihat jawaban di bawah sebelum anda memikirkan cara lain sebagai saran kepada sang putri , pikirkan 5 menit saja ..

Baik, begini caranya, sang putri memasukkan tangannya ke dalam kantong dan mengambil satu keping tersebut.Tanpa melihat keping tersebut, secara sengaja menjatuhkan (setengah melempar) keping tersebut ke halaman dan bercampur dengan keping-keping yang lain di halaman.
“Oh, betapa bodohnya aku” kata sang putri, “ tapi anda tidak usah khawatir, jika tuan melihat sisa kepingan di dalam kantong, maka tuan akan mengetahui keping mana yang saya ambil”.
Dengan begitu, sisa yang ada di dalam kantong adalah keping yang berwarna hitam sehingga diasumsikan bahwa sang putri telah mengambil keping yang berwarna putih.Sejak rentenir berani menyatakan untuk tidak jujur sang putri mengubah keadaan yang kelihatannya mustahil menjadi keadaan yang sangat menguntungkan.
Inti dari cerita di atas adalah “
Semua permasalahan yang kompleks mempunyai jalan keluar, yang anda butuhkan hanya melebarkan pemikiran anda.Jika logika anda tidak bisa bekerja, berusahalah dengan lateral thinking.Lateral thinking sangat kreatif, mudah dikerjakan setiap hari.

“ Rahasia untuk sukses adalah mengetahui sesuatu yang tidak di ketahui orang lain ”

23:13 | 0 comments | Read More